Nidiaolanda's Blog
Just another WordPress.com weblogArsip untuk Desember 14, 2009
10 paradoxes of creative people
Ketika saya mandapatkan tugas mengenai 10 sifat paradoks yang dimiliki oleh orang-orang yang kreatif dari pak Agus Nggermanto, saya menemukan berbagai artikel yang relevan dengan tugas tersebut. Ketika saya membaca artikel-artikel tersebut, saya sependapat dengan beberapa pendapat yang disampaikan oleh penulis artikel tersebut, tetapi ada juga pendapat-pendapat yang berbeda dengan pola pikir saya. Berikut adalah pandangan saya mengenai 10 sifat paradoks yang dimiliki oleh orang-orang kreatif berdasarkan Mihaly Czisentmihalyi.
1. Creative people have a great deal of physical energy, but they’re also often quiet and at rest.
Jika dibaca dari kalimat di atas, hal pertama yang saya pikirkan adalah bahwa orang-orang yang kreatif merupakan orang-orang yang enerjik dan memiliki semangat yang tinggi. Namun bukan berarti mereka tergolong hiperaktif. Di lain sisi, ada kalanya orang-orang kreatif membutuhkan waktu tenang untuk beristirahat dan me-refresh kembali otak mereka untuk mendapatkan ide-ide yang kreatif. Mereka terkadang terlihat pendiam karena sedang memikirkan kreativitas-kreativitas baru untuk mencapai gol mereka.
2. Creative people tend to be smart yet naive at the same time.
Menurut analisa saya, seseorang yang kreatif merupakan orang-orang yang cerdas dan memiliki kemampuan berfikir yang sangat baik dalam mencari dan menciptakan hal-hal yang inovatif. Berdasarkan penelitian para psikolog, orang-orang kreatif memang memiliki gen pintar dalam dirinya. Tetapi di lain sisi, mereka juga terlihat sebagai orang yang naïf dan terlihat kekanakan. Hal ini mungkin karena terkadang mereka sering menciptakan ide-ide yang sepertinya tidak feasible dan tidak dapat diwujudkan. Menurut Howard Gardner dalam studinya, ketidakdewasaan tertentu, baik emotional dan mental, dapat berjalan seiring dengan wawasan dan kreativitas yang mendalam.
3. Creative people combine playfulness and discipline, or responsibility and irresponsibility.
Tentu saja saya setuju dengan pernyataan ini. Seseorang yang kreatif biasanya berpikir out-of-the-box, hal-hal yang biasanya tidak terfikirkan oleh orang lain. Mereka tidak memiliki batasan dalam berimajinasi dan menciptakan ide-ide baru. Misalnya seorang pelukis handal, mereka akan dengan berani memadu madankan berbagai motif, warna, dan lainnya. Hal ini tentu mengindikasikan sifat playfulness dalam diri mereka. Namun, orang-orang yang kreatif juga merupakan orang-orang yang disiplin. Mereka menghargai waktu atau deadline yang diberikan dan tentunya keberhasilan mereka juga tidak terlepas dari tingkat keuletan mereka yang tinggi dan daya tahan mereka yang kuat.
4. Creative people alternate between imagination and fantasy, and a rooted sense of reality.
Orang-orang yang kreatif biasanya mempunyai lompatan imajinasi ke dalam dunia yang berbeda. Biasanya mereka mengkhayalkan hal-hal yang mungkin tidak terjadi atau ada pada kenyataan. Mereka menciptakan sesuatu ide sesuai dengan apa yang mereka rasakan, inginkan, dan pikirkan sesuai dengan imajinasi mereka. Seringkali masyarakat melihat bahwa ide-ide tersebut tidak relevan dengan realitas. Tetapi di situlah letak keunikan dari seseorang yang kreatif. Misalnya dalam sebuah novel fiksi, penulis terkadang menciptakan sebuah jalan cerita yang tidak pernah dan tidak mungkin terjadi pada dunia nyata, namun dengan cara mereka yang kreatif, mereka dapat membawa pembaca untuk terjun menikmati tulisan yang mereka buat. Tetapi walaupun orang-orang yang kreatif berimajinasi secara luas, mereka tentu tetap memikirkan kerasionalan dari ide-ide yang mereka ciptakan.
5. Creative people trend to be both extroverted and introverted.
Hanya orang-orang yang kreatif yang memiliki sifat ekstrovert dan introvert secara bersamaan. Mereka tahu kapan waktu yang tepat untuk membuka diri dan bersosialisasi dengan orang lain (ekstrovert), tetapi juga ada saatnya mereka memilih untuk menarik diri dari keramaian dan menyendiri.
6. Creative people are humble and proud at the same time.
Orang-orang yang kreatif tentu saja memiliki rasa bangga yang besar terhadap dirinya dan ide-ide yang ditelurkannya. Mereka bangga karena penemuan mereka dapat berguna dan membawa perubahan bagi kehidupan sekitar mereka dan juga dapat menciptakan hal-hal yang baru bagi sekeliling mereka. Selain itu, mereka juga merasa bangga terhadap hasil dan prestasi yang mereka capai. Tetapi, di lain sisi mereka juga merupakan orang-orang yang humble, yang mau menerima masukan dari orang lain atas karya mereka. Mereka juga merupakan orang-orang yang rendah hati dan tidak merendahkan karya orang lain.
7. Creative people, to an extent, escape rigid gender role stereotyping.
Karakteristik ini merupakan karakteristik yang juga dapat membedakan orang-orang yang kreatif dengan orang-orang pada umumnya. Orang kreatif tidak mementingkan perbedaan gender dalam menciptakan karya-karya mereka. Mereka tidak membiarkann gap-gap di antara gender tersebut menghalangi kreativitas mereka.
8. Creative people are both rebellious and conservative.
Orang-orang yang kreatif tentu dianggap rebel karena, seperti yang dijelaskan sebelumnya, mereka memiliki cara mereka sendiri dalam memikirkan, memvisualisasikan, menciptakan, dan menyampaikan ide kreatif mereka. Mereka memiliki cara pandang mereka tersendiri yang mungkin terlihat seperti pemberontakan. Tetapi mereka juga merupakan orang-orang yang konservatif. Mereka tetap memegang teguh nilai-nilai dasar yang mereka miliki dan yakini serta menanamkannya dalam setiap ide kreatif mereka.
9. Most creative people are very passionate about their work, yet they can be extremely objective about it as well.
Tentu saja mayoritas orang-orang yang kreatif memiliki passion yang sangat besar dalam pekerjaan mereka karena mereka melakukannya dengan segenap hati dan mereka memikirkan, merencanakan, dan menjalankan semua ide tersebut dari tahap awal sampai akhir dengan masak. Oleh karena itu, mereka juga dapat menjadi sangat objektif terhadap karya yang mereka buat untuk mendapatkan hasil yang maksimal dan sesuai dengan yang diharapkan.
10. Creative people’s openness and sensitivity often exposes them to suffering and pain, yet also to a great deal of enjoyment.
Biasanya, orang-orang yang kreatif, secara langsung ataupun tidak, dituntut untuk menciptakan ide-ide segar, yang lain daripada yang lain, yang berebda dengan yang sudah ada. Selain tuntutan tersebut, mereka jug membutuhkan usaha, waktu, dan tenaga yang besar dalam menciptakan hal-hal yang kreatif. Hal ini terlihat seperti sebuat penyiksaan bagi mereka. Walupun mungkin mereka merasakan tekanan-tekanan dalam prose’s tersebut, namun sebetulnya di balik semua itu mereka juga merasakan kenikmatan dan kebahagiaan yang sangat besar terhadap karya dan usaha mereka, apalagi jika hasil yang mereka ciptakan dapat disukai dan dimanfaatkan oleh orang banyak.